dijamin jitu.........................
jalan pintas
Minggu, 02 Agustus 2009
Walang Sangit (Leptocorisa Acuta Thunberg)
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Hemiptera
Famili : Alydidae
Genus : Leptocorixa
Spesies : Acuta
Author : Thunberg
Daerah Sebaran
Walang sangit (L. acuta) mempunyai daerah sebaran yang sangat luas, hampir di semua negara produsen padi. Daerah penyebaran L. acuta) antara Asia Tenggara, Kepulauan Fiji, Australia, Srilangka, India, Jepang, Cina, Pakistan dan Indonesia (Harahap dan Tjahyono, 1997).
Di Indonesia L. Acuta tersebar di daerah Jawa, Bali, Sumatera, dan Sulawesi (Baehaki, 1992).
Tanaman inang
Walang sangit selain menyerang tananamn padi yang sudah bermalai dapat pula berkembang pada rumput-rumputan seperti Panicium crusgalli L., Paspalum dilatatum Scop., rumput teki (Echinocloa crusgalli dan E. colonum) (Baehaki,1992).
Bioekologi dan Morfologi
Walang sangit (L. acuta) mengalami metamorfosis sederhana yang perkembangannya dimulai dari stadia telur, nimfa dan imago. Imago berbentuk seperti kepik, bertubuh ramping, antena dan tungkai relatif panjang. Warna tubuh hijau kuning kecoklatan dan panjangnya berkisar antara 15 – 30 mm (Harahap dan Tjahyono, 1997).
Telur. Telur berbentuk seperti cakram berwarna merah coklat gelap dan diletakkan secara berkelompok. Kelompok telur biasanya terdiri dari 10 - 20 butir. Telur-telur tersebut biasanya diletakkan pada permukaan atas daun di dekat ibu tulang daun. Peletakan telur umumnya dilakukan pada saat padi berbunga. Telur akan menetas 5 – 8 hari setelah diletakkan. Perkembangan dari telur sampai imago adalah 25 hari dan satu generasi mencapai 46 hari (Baehaki, 1992).
Nimfa.
Nimfa berwarna kekuningan, kadang-kadang nimfa tidak terlihat karena warnanya sama dengan warna daun. Stadium nimfa 17 – 27 hari yang terdiri dari 5 instar (Harahap dan Tjahyono, 1997).
Imago. Imago walang sangit yang hidup pada tanaman padi, bagian ventral abdomennya berwarna coklat kekuning-kuningan dan yang hidup pada rerumputan bagian ventral abdomennya berwarna hijau keputihan. Bertelur pada permukaan daun bagian atas padi dan rumput-rumputan lainnya secara kelompok dalam satu sampai dua baris (Rismunandar, 2003).
Aktif menyerang pada pagi dan sore hari, sedangkan di siang hari berlindung di bawah pohon yang lembab dan dingin (Baehaki, 1992).
Iklim Mikro
Perkembangan yang baik bagi hama Walang sangit terjadi pada suhu antara 27 – 30 C. Perkembangan Walang Sangit telah diketahui Gejala Serangan dan Kerusakan yang ditimbulkanterjadi pada waktu temperatur sedang, curah hujan rendah dan sinar matahari terang. Walang sangit dapat berkembang biak di lahan dataran rendah maupun di dataran tinggi (Mudjiono, 1991).
Gejala Serangan dan Kerusakan yang ditimbulkan
Nimfa dan imago mengisap bulir padi pada fase masak susu, selain itu dapat juga mengisap cairan batang padi. Malai yang diisap menjadi hampa dan berwarna coklat kehitaman. Walang sangit mengisap cairan bilir padi dengan cara menusukkan styletnya.
Nimfa lebih aktif daripada imago, tapi imago dapat merusak lebih banyak karena hidupnya lebih lama. Hilangnya cairan biji menyebabkan biji padi mengecil jika cairan dalam bilir tidak dihabiskan. Dalam keadaan tidak ada bulir yang matang susu, maka dapat menyerang bulir padi yang mulai mengeras, sehingga pada saat stylet ditusukkan mengeluarkan enzim yang dapat mencerna karbohidrat.
Pengendalian
Serangan walang sangit dapat dikendalikan dengan berbagai cara misalnya melakukan penanaman serempak pada suatu daerah yang luas sehingga koloni walang sangit tidak terkonsentrasi di satu tempat sekaligus menghindari kerusakan yang berat.
Pada awal fase generstif dianjurkan untuk menanggulangi walang sangit dengan perangkap dari tumbuhan rawa Limnophila sp., Ceratophyllum sp., Lycopodium sp. dan bangkai hewan : kodok, kepiting, udang dan sebagainya. Walang sangit yang tertangkap lalu dibakar.
Parasit telur walang sangit yang utama adalah Gryon nixoni dan parasit telur lainnya adalah Ooencyrtus malayensis (Baeheki, 1992).
Walang sangit dapat tertarik pada bau-bau tertentu seperti bangkai dan kotoran binatang, beberapa jenis rumput seperti Ceratophyllum dermesum L., C. Submersum L., Lycopodium carinatum D., dan Limnophila spp. Apabila walang sangit sudah terpusat pada tanaman perangkap, selanjutnya dapat diberantas secara mekanik atau kimiawi (Natawigena, 1990).
Pengendalian kimiawi dilakukan dengan menggunakan insektisida yang dianjurkan dan aplikasinya didasarkan pada hasil pengamatan. Apabila terdapat dua ekor walang sangit per meter persegi (16 rumpun) saat padi berbunga serempak sampai masaka susu, saat itulah dilakukan penyemprotan. (Harahap dan Tjahyono, 1997). Walang sangit dewasa dapat dikendalikan dengan insektisida monokrotofos. Insektisida yang efektif terhadap walang sangit adalah BPMC dan MICP.
Read More..
PENGENDALIAN GULMA
Pengendalian gulma secara preventif adalah pengendalian dengan cara mencegah terjadinya infeksi dari pada mengobati. Pengendalian gulma secara preventif terbagi atas karantina, penggunaan biji yang bersih, memperhatikan sisa-sisa tanaman pertanian(jerami) yang akan dipergunakan sebagai pakan ternak, tidak menggunakan pupuk kandang yang masih baru, mencegah hewan ternak berpindah langsung ke daerah lain, penggunaan alat pertanian, penggunaan tanah atau pasir, pembersihan bahan tanaman yang akan ditanam, pembersihan tebung-tebing saluran pengairan, pembersihan gulma di tepi jalan, mencegah terbentuknya biji0biji gulma dengan cara melakukan pembabatan gulma sebelum berbunga, dan dengan cara meningkatkan kesadaran masyarakat.
Pengendalian Gulma secara Mekanik
Pengendalian gulma secara mekanik terbagi atas :
- Handweeding (Mencabut), mencabut gulma biasanya mengurangi kerusakan atau gangguan tanaman budidaya. Kekurangan dari teknik ini adalah membutuhkan biaya yang mahal dan tidak untuk gulma yang memiliki alat perbanyakan yang berada dalam tanah (rhizom)
- Pembabatan, pembabatan sebaiknya dilakukan sebelum gulma membentuk biji. Cara ini biasadilakukan pada perkebunan, halaman rumah, dan kebun holtikultura.
- Menginjak-injak, cara ini digunakan pada daerah yang teknik bercocock tanamnya belum berkembang, biasanya dilakukan petani untuk persiapan sawah.
- Pengolahan tanah, cara ini cukup efektif karena dapat mengendalikan gulma semusim maupun tahunan. Hal ini karena dapat mengurangi populasi biji-biji gulma dalam tanah.
- Pembakaran, pengendalian dengan cara pembakaran kurang efektif karena bisa membuat biji-biji yang berada dalam tanah masak sebelum waktunya sehingga memicu tumbuhnya gulma.
- Pemakaian mulsa, mulsa digunakan untuk mengurangi jumlah atau intensitas cahaya yang sampai pada gulma atau bijinya sehingga menekan atau menghambat pertumbuhan gulma bahkan mematikan gulma.
- Penggenangan, penggenangan dilakukan untuk menekan pemenuhan kebutuhan zat asam dan cahaya bagi gulma. Dapat dilakukan dengan cara pembajakan kemudian menggenanginya dengan air.
Pengendalian Gulma secara Kultur Teknik
Pengendalian gulma secara kultur teknik atau budidaya ini antara lain :
- Penyiapan lahan dan pengaturan jarak tanam yang baik, pengaturan lingkungan akan lebih baik atau menguntungkan bagi tanaman budidaya dari pada gulma itu.
- Rotasi tanaman (crop rotation), beberapa jenis gulma telah menyesuaikan diri dengan tanaman tertentu. Penyesuaian ini karena keadaan lingkungan yang cocok atau karena telah menyesuaikan diri dengan tindakan pemeliharaan tanaman.
- Bertanam campuran (Polikultur/Tumpang sari), tanaman tertentu pertumbuhannya diikuti oleh gulma tertentu, sehingga apabila dalam satu lahan ditanam berbagai jenis tanaman yang berbeda sifat ada kemungkinan tanaman yang satu dapat menekan pertumbuhan gulma.
Pengendalian Gulma secara Kimia
Pengendalian gulma secara kimia dilakukan dengan penggunaan herbisida. Menurut cara kerjanya Herbisida terbagi atas : herbisida kontak, herbisida sistemik atau ditranslokasikan, herbisida tanah dan sterilan tanah.
Pemberian herbisida dapat dibedakan menjadi : perlakuan merata (Broadcast treatment dan blanket spray), perlakuan jalur (Band treatment), penyemprotan terarah (directed spray) dan perlakuan setempat (Spot treatment)
Pengendalian Gulma secara Biologi
Pengendalian gulma secara biologi adalah pengendalia gulma dengan memanfaatkan serangga hama yang dapat menghambat pertumbuhan gulma itu sendiri. Serangga itu didatangkan ke suatu daerah/lingkungan yang baik untuk pertumbuhannya. Dalam pengendalian ini, syarat yang diperlukan adalah :
- aktifitas dan penyebaran binatang tersebut dapat diatur dan dikuasai.- harus monofag dan tidak ada inang alternatif yang berupa tanaman budidaya.
- areal yang cukup luas
- harus aman
Syarat tersebut harus diperhatikan, jagan sampai pengendalian serangganya lebih sulit dari pada pengendalian gulma itu sendiri. Dan apabila syarat tersebut telah dipenuhi, maka pengendalian biologi adalah cara yang palig baik dan aman.
Beberapa contoh pengendalian gulma secara biologi :
- Mimosa pigra :
a. Acanthoscellides quadridentatus (Coleoptera : Chrysomelidae)
b. Carmenta mimosa (Lepidoptera : Sesiidae)
c. Chalcodermus serripes (Coleopetra : Curculionidae)
d. Sibinia spp. (Coleptera : Curculionidae), membentuk pupa dalam Mimosa dan dapat menyerang kuncup bunga.
- Chromolaena odarata
a. Pareuchaetes Pseudoinsulata (Lepidoptera : Arctidae)
menggerek : diluar jaringan (menggigit mengunyah)
menggorok : berada di dalam jaringan. Bagian daun yang terserang akan berwarna kuning dan pada akhirnya layu dan mati.
b. Pentispa expelanta ( Coleoptera : Chrysomelidae)
meletakkan telut pada permukaan jaringan epidermis daun dan memakan daun, daun berbentuk seperti renda-renda (larva). Mamakan daun dan batang (imago).
- Micania micrantha
a. Apion sp. (Coleoptera : Apionidae)
meletakkan telur pada bunga dan memakan kepala putik.
- Mimosa invisa
a. Psygidia walkeri (Lepidoptera : Cercophanidae)
memkan semua bagian tanaman
b. Scamurius sp. (Hemiptera : Coreidae)
menyerang pada vase vegetatif dan pembungaan.
Read More..
CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration)
gejala menampakkan pada tanaman terjadi klorosis pada tanaman yang sakit dan gejala yang khas adalah terjadiny degenerasi pada floem tulang daun.
CVPD tidak dapat menular secara mekanis dengan gosokan. Tetapi terdapat tanda-tanda bahwa penyakit dapat menular dengan perantaraan alat-alat pertanian seperti gunting pangkas, pisau okulasi dan gergaji.
Di alam penyakit terutama ditularkan oleh serangga Diaphorina citri Kuway. Semula dikira bahwa penularan CVPD dilakukan oleh D. citri bersama-sama dengan kutu daun Toxoptera citricida. Namun akhirnya terbukti bahwa hanya D. citri yang berperan dalam penularannya. Meskipun serangga tersebut tidak dapat terbang jauh, karena panjangnya umur tanaman sakit, kesempatan menularnya penyakit oleh D. citri cukup besar. Penularan terjadi terutama terutama pada saat tanaman membentuk banyak kuncup, menurut Mahfud (1985), serangga tersebut baru dapat menularkan CVPD ke tanaman sehat setelah mengisap tanaman sakit selama 48 jam, lalu mengisap tanamn sehat selama 360 jam Di dataran tinggi Diaphorina kurang aktif. Read More..
Busuk Lunak (Soft Rot) : Erwinia Carotovora pv. carotovora (Jones) Dye.
Morfologi dan daur penyakit
Sel bakteri berbentuk batang, dengan ukuran (1,5 - 2,0) x (0,6 ¬0,9) mikron, umumnya membentuk rangkaian sel-sel seperti rantai, tidak mempunyai kapsul, dan tidak berspora. Bakteri bergerak dengan menggunakan flagela yang terdapat di sekeliling sel bakteri (flagela peritrichous). Bakteri bersifat Gram negatif.
Suhu optimal untuk perkembangan bakteri 27° C. Pada kondisi suhu rendah dan kelembaban rendah bakteri terhambat pertumbuhannya.
Penyebaran melalui tanah, sisa-sisa tanaman di lapangan dan alat pertanian.
Bakteri busuk lunak mempunyai daerah sebaran yang luas hampir di seluruh dunia. Di Indonesia terdapat di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.
Gejala serangan
Gejala awal pada daun terjadi bercak-bercak yang berair yang kemudian membesar dan berwarna coklat. Pada serangan lanjut daun yang terinfeksi, melunak berlendir dan mengeluarkan bau yang khas, bau tersebut merupakan gas yang dikeluarkan dari hasil fermentasi karbohidrat kubis.
Tanaman di pesemaian juga dapat diserang bakteri busuk lunak yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu relatif singkat.
Infeksi bakteri lebih banyak dijumpai pada tempat penyimpanan atau pada waktu pengangkutan (pasca panen) dari pada di lapangan.
Bakteri busuk lunak merupakan parasit lemah yang dapat melakukan penetrasi pada inangnya hanya melalui luka misalnya pada bercak yang diinfeksi oleh patogen lainnya, luka karena gigitan serangga, atau luka karena alat pertanian yang digunakan untuk memanen kubis.
Tanaman inang
Kentang, wortel, seledri, tomat, selada, kailan, caisin, kubis bunga, petsai, sawi hijau, bawang merah, bawang bombai, bawang daun, bawang putih, semangka, tembakau dan ubi-ubian.
Read More..
Pertanian
Proofstation of java yaitu lembaga penelitian pada zaman penjajahan Belanda untuk mengembangkan Pertanian Rakyat (Kebijakan Pemerintah Belanda).
Agronomi berasal dari kata Agros = lapang produksi (field), dan nomos = pengelolaan. Jadi agronomi adalah cabang-cabang ilmu pertanian yang mencakup pengelolaan lapang produksi yang menghasilkan produksi maksimal (optimal). Agronomi dapat diartikan suatu ilmu yang mempelajari cara pengelolaan tanaman pertanian dan lingkungan tanaman (lapang produksi) guna memperoleh produksi yang optimal. Selain itu agronomi adalah ilmu yang mempelajari tindakan manusia dalam pengelolaan lapang produksi untuk mencapai produksi yang maksimal (optimal). Ilmu agronomi adalah bagian dari ilmu teknik pertanian yang meliputi ilmu tanaman dan budidaya tanaman.
Ilmu budidaya tanaman atau ilmu bercocok tanam adalah ilmu yang memproduksi hasil atau produksi pertanian dengan menggunakan faktor tanaman, tanah dan iklim. Tujuan setiap budidaya adalah untuk mencapai produksi tanaman yang setinggi-tingginya dan menguntungkan. Produksi tanaman yang tinggi hanya dapat dicapai bila tanaman tumbuh dalam keadaan baik.
Setelah Perang Dunia II dilakukan penelitian untuk membunuh kutu pada pakaian tentara yaitu DDT dan ternyata DDT Efektif untuk hama tanaman maka didirikan pabrik pestisida. Read More..
Senin, 20 Juli 2009
PUPUK ORGANIK FECES KELINCI
Kamis, 16 Juli 2009
Pengelompokan Hama
a. Hama utama adalah hama yang selalu berada pada tanaman yang intensitas serangannya tinggi dan populasi yang tinggi pula sehingga akan menimbulkan kerusakan secara ekonomi pada petani apabila tidak dilakukan pengendalian.
b. Hama sewaktu-waktu adalah hama yang selalu ada tetapi relatif kurang penting karena tingkat kerusakan yang ada masih dapat ditoleransi oleh tanaman namun sewaktu-waktu dapat meningkat dan melampaui ambang ekonomi.
c. Hama potensial merupakan kelompok besar serangga herbivora yang bersaing mendapatkan makanan dalam kewadaan pengelolaan agroekosistem yang normal. Hama ini tidak pernah mendatangkan kerugian secara ekonomi namun mempunyai potensi untuk menjadi hama.
Hubungan Kisaran Inang Dengan Tanaman Inang
a. Hama monofag adalah hama yang menyerang satu spesies tanaman inang, ex : Scirphopaga innotata
b. Hama oligofag adalah hama yang memiliki banyak inang tetapi masih dalam satu famili ex: Plutella xylostella pada kubis- kubisan
c. Hama polyphag adalah hama yang memiliki banyak inang dengan berbagai famili tanaman ex: Spodortera litura
Interaksi Antara Hama dan Tanaman Inang
Menurut Kogan (1984)
1. Penemuan habitat serangga dewasa menyebar untuk menentukan habitatnya. Penemuan ini disebabkan oleh faktor lingkungan.
2. Penemuan inang. Pada rangkaian ini serangga menemukan tanaman inang karena adanya rangsangan dikeluarkan oleh tanama seperti bentuk atau warna.
3. Pengenalan Inang. Jika serangga telah menemukan tanaman inang maka rangsangan jarak pendek yang dikeluarkan oleh tanaman inang menyebabkan serangga menetap pada tempat tersebut.
4. Penerimaan inang. Pada rangkaian ini serangga mencoba mencicipi atau meraba tanaman untuk mengetahui kesesuaian sebagai makanan.
5. Kecocokan tanaman inang. Nilai tertentu dan kandungan zat beracun yang terdapat didalam tanaman yang bmenentukan tanaman tersebut cocok sebagai makanan, untuk pertumbuhan dan perkembang biakan secara optimal.
Read More..
Aras Luka Ekonomi dan Ambang Ekonomi
Aras Luka Ekonomi adalah padat populasi tertinggi yang dapat ditoleransi oleh tanaman. Atau jumlah populasi atau kepadatan populasi suatu organisme atau jumlah hama per satuan luas yang menunjukkan pengendalian dengan pestisida lebih ekonomis atau dengan kata lain biaya yang dikeluarkan lebih menguntungkan dibanding kerugian yang akan ditanggung akibat serangan hama.
Ambang ekonomi adalah rata-rata padat populasi hama yang memerlukan tindakan pengendalian untuk mencegah peningkatan populasi berikutnya yang dapat mencapai ALE.
Luka Ekonomi adalah bentuk penyimpangan fisiologis tanaman akibat serangan hama dalam bentuk penurunan kualitas dan kuantitas hasil.
Posisi keseimbangan Umum (PKU) adalah rata- rata kepadatan populasi hama untuk periode tertentu dan biasanya lama tanpa ada campur tangan manusia dan tanpa terjadi perubahan keseimbangan. Read More..
Sebab- Sebab Timbulnya Hama
a. Pemasukan spesies tanaman baru ke suatu negara atau daerah.
b. Perpindahan Organisme melampaui batas geografisnya
c. Perubahan toleransi manusia
2. Menurut Piremental (1982)
a. Penanaman monokultur
b. Pemasukan spesies tanaman baru
c. Pemasukan spesies hama baru
d. Perpindahan tanaman ke daerh yang berbeda
e. Hasil pemulian tanaman
f. Keragaman gen yang kurang
g. Jarak tanam
h. Penanaman secara terus-menerus
i. Unsur hara atu pemupukan
j. Waktu tanam dimana stadia serangga yang merusak sinkron dengan tanaman yang dirusak
k. Asosiasi antara tanaman dan hama
l. Penggunaan pestisida Read More..
Pengertian Hama
1. Menurut Nas (1978) bahwa serangga dikatakan hama apabila serangga tersebut mengurangi kualitas dan kuantitas bahan makanan, pakan ternak, tanaman serat, hasil pertanian atau panen, pengolahan dan dalam penggunaannya serta dapat bertindak sebagai vektor penyakit pada tanaman, binatang dan manusia, dapat merusak tanaman hias , bunga serta merusak bahan bangunan dan milik pribadi lainnya.
2. Dalam Pengendalian Hama Terpadu bahwa hama bukan hanya pada serangga tetapi bisa pada vertebrata, tungau, virus, bateri, gulma an organisme pengganggu tanaman lainnya.
3. Menurut Smith (1983) hama adalah semua rganisme atau agens biotik yang merusak tanaman dengan cara yang bertentangan dengan kepentingan manusia.
4. Dalam arti yang luas bahwa hama adalah makhluk hidup yang mengurangi kualitas dan kuantitas beberapa sumber daya manusia yang berupa tanaman atau binatang yang dipelihara yang hasil dan seratnya dapat diambil untuk kepentingan manusia.
Kamis, 09 Juli 2009
Dibalik Pedasnya Cabai, Ada Manfaatnya Lho!
Untuk penggemar rasa pedas, semangkuk bakso kurang nendang rasanya kalau tidak ditambahkan sesendok makan sambal atau lebih. Rasanya kurang afdol pula bila menyantap ikan mas goreng atau ayam goreng tanpa sambal terasi dan lalapan. Tanpa terasa, piring Anda telah licin tandas!
Cita rasa masakan Manado yang sensasional dengan paduan pedas dan asamnya yang ekstrim juga jadi favorit. Selain meningkatkan nafsu makan ternyata cabai berkhasiat pula untuk tubuh.
Istilah kecil-kecil cabai rawit ternyata bukan cuma sekedar istilah. Si cabai rawit ini ternyata mengandung vitamin C dan betakaroten (provitamin A) yang konon mengalahkan kandungan buah-buahan populer seperti mangga, nanas, pepaya atau semangka.
Bahkan menurut penelitian, kadar mineralnya, terutama kalsium dan fosfor mengungguli ikan segar. Sebetulnya di antara jenis-jenis cabai lainnya, paprika merah memiliki kandungan vitamin C yang paling tinggi, hingga dua kali lipat.
Sementara kadar betakarotennya pun lebih unggul dibandingkan dengan paprika hijau, 9 kali lebih besar. Sebagian besar kandungan betakaroten paprika terkonsentrasi pada bagian di dekat kulit.
Apa sih yang membuat cabai terasa pedas sehingga menimbulkan sensasi tersendiri? Ternyata yang menjadi biang keladinya adalah zat yang disebut kapsaisin, yang tersimpan dalam 'urat' putih cabai, tempat melekatnya biji.
Cabai juga mempunyai kemampuan untuk merangsang produksi hormon endorfin yang bertanggung jawab untuk membangkitkan sensasi kenikmatan.
Selain itu, manfaat lainnya adalah berkhasiat sebagai obat. Pernah dengar kan nasihat kalau pusing, makan yang pedas-pedas? Nasihat itu ada benarnya karena rasa pedas yang ditimbulkan kapsaisin dapat menghalangi aktivitas otak ketika menerima sinyak rasa sakit dari pusat sistem saraf. Terhambatnya perjalanan sinyal ini akan mengurangi rasa sakit yang kita derita. Jika Anda ingin mengurangi rasa pedas cabai, buang 'urat' putih tempat melekatnya biji berikut bijinya.
>>rio10-berbagai sumber
Read More..
Arsip Blog
- Oktober 2009 (1)
- Agustus 2009 (17)
- Juli 2009 (22)
- Mei 2009 (30)
