dijamin jitu.........................

Senin, 25 Mei 2009

Seks Swalayan Setelah Menikah

Rata PenuhWalau sudah menikah, tapi banyak pria dan wanita yang perlu pengalaman seks swalayan. Normalkah?

Konon, begitu orang menikah, maka kebiasaan masturbasi akan terhenti. Tapi kenyataannya justru bertolak belakang. Menikah tak berarti menghapus keinginan untuk masturbasi.

Fenomena inilah yang banyak dipertanyakan orang yang telah menikah. Apakah wajar bila pria beristri masih melakukan seks swalayan? Begitu pula wanita. Mari kita diskusikan bersama.

Masturbasi adalah salah satu cara mengekspresikan seksualitas. Biasanya, orang yang bermasturbasi ingin melakukannya sendirian, tanpa ditemani atau ditonton siapa-siapa.



Bahaya masturbasi
Dari segi kesehatan, masturbasi tidak punya masalah. Adalah hak seseorang bila ia ingin melakukannya, tanpa mesti ada yang menanyai, atau menginterupsi.

Tapi, masturbasi juga bisa merusak kesehatan psikologis, terutama bila dilakukan terlalu sering, sampai-sampai tak butuh orang lain untuk berhubungan intim.

Kapan masturbasi dinyatakan terlalu banyak?
Bukan soal frekuensi yang jadi masalah. Bila Anda bahagia, pekerjaan atau sekolah lancar-lancar saja, punya pasangan, dan kehidupan seks Anda sukses, maka masturbasi sesering apa pun tak jadi soal.

Tapi, bila Anda tak punya pasangan, merasa tak bahagia, dan menyandarkan harapan pada masturbasi, berarti Anda dalam masalah besar. Kecuali, walaupun masturbasi, tapi Anda tetap aktif berpikir dan bergerak.

Bagaimana bila tanpa sengaja Anda menemukan pasangan sedang bermasturbasi?
Perlu diingat, interupsi dalam hubungan seks, punya akibat yang sangat tak menyenangkan. Baik yang memergoki maupun yang dipergoki. Jadi, jangan merasa bersalah atau aneh kalau masing-masing merasa salting.

Tapi, bila Anda terlalu sering melihatnya melakukan seks swalayan, tak ada salahnya mencoba bicara. Jangan dulu berprasangka bahwa dia bermasturbasi karena 'pelayanan' Anda kurang oke.

Sebab, wajar saja bila seseorang ingin merasakan sensasi di daerah genitalianya, tanpa melibatkan kekasihnya. Anda pun bisa melakukannya. Dan itu, tak ada hubungannya dengan kadar cinta atau 'performance' pasangan di ranjang.

Ada komentar?
>>rio10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Pengikut