dijamin jitu.........................

Senin, 25 Mei 2009

Self-esteem Mempengaruhi Keperawanan

Tingkat kepercayaan diri, ternyata berperan besar dalam menentukan kapan seorang wanita kehilangan kegadisannya. Bagaimana bisa?

Sebuah studi yang dilakukan di AS, menemukan bahwa gadis dengan rasa percaya diri rendah, mungkin akan kehilangan kegadisan lebih awal dari yang memiliki self-esteem tinggi. Paling tidak, mereka puber lebih awal.

"Self-esteem merupakan acuan paling jelas untuk menentukan kapan seseorang memasuki masa puber dan berhubungan intim. Tentu saja, hal ini berbeda pada pria dan wanita," kata Jennifer Spencer, PhD, dari Indiana University School of Medicine, AS.

Menurutnya, gadis yang kurang PeDe (baca: percaya diri), umumnya lebih cepat puber ketimbang yang PeDe-nya tinggi. Mungkin dua atau tiga kali lebih cepat dari yang lain. Sedang pada cowok, justru sebaliknya. "Cowok dengan tingkat percaya diri yang tinggi, umumnya cepat puber dan mengenal seks lebih awal," ungkap Jennifer seperti dikutip jurnal Pediatric.

Dalam studi yang dilakukan selama dua tahun itu, Jennifer menemukan bahwa gadis yang kurang PeDe, cenderung bersikap pendiam dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan menyendiri atau berada di tempat sunyi. Sedangkan gadis yang Pede, umumnya aktif dan lebih banyak bergaul dengan teman-teman mereka.



"Gadis yang kurang PeDe cenderung merefleksikan diri sebagai orang yang menawarkan kedewasaan dan kehangatan. Mereka juga cenderung memberontak dengan melampiaskan diri pada hal-hal yang berbau seks, yang dilakukannya secara sembunyi-sembunyi." Dan nyatanya, orangtua justru lebih mengkuatirkan gadis aktif dibanding pendiam.

Tanpa disadari, kurangnya kontrol dan pengawasan orangtua seperti itu, sebetulnya memberi peluang gadis yang kurang PeDe ini untuk melakukan hal-hal yang kurang baik, termasuk berhubungan seks bebas. Dalam hal ini, istilah "diam-diam menghanyutkan" nampaknya benar-benar cocok untuk menjelaskannya.

Sebaliknya, "Seks merupakan ukuran sampai dimana tingkat kepercayaan diri seorang cowok," ujar Jennifer. Tentu saja, mengingat penelitian ini dilakukan di AS, maka kemungkinan terjadi bias dengan kondisi di Indonesia sangat besar. Atau, mungkin bertolak belakang 180 derajat.

>>rio10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Pengikut