dijamin jitu.........................

Minggu, 02 Agustus 2009

Rasisme

Presiden Amerika Serikat (Theodore Roosevelt) pendukung terkemuka dan tokoh yang menerapkan program pembersihan etnis terhadap penduduk asli Amerika dengan dalih “pemindahan Paksa”. Dalam buku the winning of the west, ia merumuskan ideology pembantaian, dan mengatakan bahwa peperangan antar ras hingga titik penghabisan melawan suku Indian sungguh tidak terelakkan. Yang menjadi sandaran utamanya adalah Darwinisme, yang telah memberikan dalih baginya untuk menganggap penduduk asli sebagai spesies terbelakang.

Hitler, yang menganggap manusia sebagai jenis binatang yang sangat maju, percaya bahwa untuk mengatur proses evolusi, diperlukan pengambil alihan kendali proses tersebut ke tangannya sendiri dalam ras manusia Arya, daripada membiarkannya diatur oleh kekuatan alam dan peristiwa kebetulan. Dan inilah tujuan akhir pergerakan nazi.

Untuk mewujudkan tujuan ini, langkah awalnya adalah memisahkan, dan mengucilkan ras-ras lebih rendah dari ras arya yang dianggap paling unggul. Disinilah nazi mulai menerapkan darwinisme dengan mengambil contoh dari “Teori Eugenika” yang bersumber pada Darwinisme.

Teori eugenika muncul di pertengahan awal abad ke-20, eugenika berarti membuang orang-orang berpenyakit dan cacat, serta “memperbaiki” ras manusia dengan memperbanyak jumlah individu sehat. Sebagaimana hewan jenis unggul dapat di biakkan dengan mengawinkan induk-induk hewan yang sehat, maka berdasarkan teori ini, ras manusiapun dapat diperbaiki melalui cara yang sama.(Bencana Kemanusiaan Akibat Darwinisme, Harun Yahya, Global Media/Global Cipta Publishing, Jakarta 2002)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Pengikut